www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 14 Agustus 2017

Aris Budi Prasetyo, Mantan Palang Pintu Nasional yang Jadi Wakil Rakyat (1)

Besar dari Internal Persebaya, Magang di Arema

Karir Aris Budi Prasetyo sebagai pesepak bola komplet. Dia pernah membawa klub
yang dibela menjadi juara dan juga menjadi pemain nasional.
--
SELAMA pertandingan, sosok lelaki dengan postur tinggi tersebut nyaris tak pernah
duduk di bench. Dia selalu memberikan arahan kepada timnya, Persekap Kota Pasuruan,
yang tengah berlaga di Kompetisi Liga Remaja 2017 Regional Jawa Timur.

Apalagi, saat berhadapan dengan Persikoba Batu Junior, pada Kamis (10/8/2017). Mulutnya
seakan tak pernah berhenti memberikan instruksi.

Apalagi, laga yang dilaksanakan di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, tersebut menentukan bagi
kedua tim. Persekab butuh menang sedangkan Persikoba hanya butuh imbang.

Raut wajah tegang terus memayungi pelatih Persekab bernama Aris Budi Prasetyo itu. Namun,
senyum dan kegembiraan itu berubah di babak II.

Ini karena anak asuhnya bisa mencetak gol dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan dengan
skor 2-0. Hasil ini membuat Persekab menembus babak 16 besar Regional Jawa Timur.

Menjadi pelatih menjadi pilihan Aris. Ini setelah dia pada 2010 memutuskan pensiun sebagai
pesepak bola.

Cedera yang tak kenal kompromi membuat lelaki yang kini berusia 42 tahun tersebut gantung
sepatu. Keputusan itu membuat perjalanan manisnya sebagai bintang lapangan hijau ikut berakhir.

''Saya memulai karir sebagai pesepak bola secara serius di Surabaya dengan mengikuti kompetisi
internal Persebaya. Saya sempat masuk Persebaya Junior,'' ungkap Aris.

Bakatnya dengan ditunjang postur ideal sebagai pemain belakang, membuat Aris berani melamar ke
Arema Malang. Hanya, dia masuk dengan status pemain magang.

Namun, di Singo Edan, julukan Arema, membawa berkah. Kedekatannya dengan pelatih Gusnul Yakin membawa berkah baginya.

''Saat Gusnul ke PKT Bontang, saya diajak. Saya mau aja demi mengembangkan karir,'' jelas Aris.

Di klub yang didanai BUMN tersebut, kakak dari mantan pebola voli putri nasioal Dwi Sari itu bertahan lama. Lima musim Aris berkostum hijau-hijau PKT.

Capaian tertingginya bersama PKT adalah menembus final Liga Indonesia. Sayang, di final, PKT menyerah kepada PSM Makassar yang ketika itu bertabur bintang. (*/bersambung)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com