www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 14 Agustus 2017

Aris Budi Prasetyo, Mantan Palang Pintu Nasional yang Jadi Wakil Rakyat (2)

Habis Juara, Turun, Pindah Klub

FINAL Divisi Utama musim 1999/2000 melambungkan nama Aris Budi Prasetyo. Meski berposisi pemain belakang,
dia mampu menjadi pencetak gol pada menit ke-75.

Sayang, gol Aris gagal membawa PKT juara. Di final yang dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno,
Jakarta, itu, PKT kalah 2-3 dari PSM Makassar.

Satu gol tim asal Kalimantan Timur tersebut dicetak Fachri Husaini lima menit kemudian.Ketika itu, PKT ditangani pelatih asal Moldova Sergei Dubrovin.

Semusim kemudian, cerita lama seolah terulang. Sergei pindah ke Petrokimia Putra Gresik.

Pelatih yang pernah menangani Timnas Indonesia itu pun mengajak Aris.Arek Pasuruan ini pun tak kuasa menolak.

Kolaborasi Aris dan Sergei terbukti ampuh. Kebo Giras, julukan Petrokimia Putra Gresik, menjadi juara Liga Indonesia. Kesuksesan ini seolah membayar lunas kegagalan di PKT.

Namun, bersama Petrokimia Putra pula dia merasakan pahitnya degradasi. Aris pun memilih pindah ke Arema Malang, yang sama-sama bermain di Divisi I.

Di Arema, kemampuan Aris semakin terasah. Singo Edan, julukan Arema, dibawanya kembali ke level tertinggi hanya semusim. Bahkan, di ajang Copa Indonesia, dua kali tim asal Kota Pelajar tersebut mengangkat piala. Menariknya, pada edisi 2006, Aris terpilih sebagai pemain terbaik. (*/bersambung)





0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com