www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 13 Agustus 2017

Dian Fachrudin, Anak Tuban yang Pernah Berseragam Garuda (2)


Hanya Bertahan Semusim di Klub yang Dibela
Dian dengan trofi Copa Indonesia

Masuk Timnas PSSI Senior membuat namanya jadi perbincangan. Beberapa klub mulai melirik.
--
UNTUK mendapat posisi inti di Persema Malang bukan hal yang mudah. Dian Fachrudin harus bersaing beberapa pemain senior.

Dengan ditempatkan di posisi stopper, lelaki yang kini berusia 34 tahun tersebut adu kemampuan dengan  dua palang pintu tangguh, Bayu Sutha dan FX Yanuar. Namun, pelatih Danurwindo ternyata lebih memilih Dian.

''Coach Danur lebih suka dengan gaya bermain saya. Saya tak tergesa-gesa membuang bola tapi mendorong bola ke pemain tengah,'' ungkapnya.

Dengan bermain reguler, bakatnya tercium oleh PSSI. Di bawah Peter Withe, namanya masuk dalam jajaran pemainyang dipanggil untuk persiapan Piala Asia 2007

''Sebelumnya, saya bermain di Merdeka Games di Malaysia. Saya main dalam beberapa pertandingan,'' ujarnya.

Sayang, dalam Piala Asia sendiri, Dian urung berlaga. Dalam persiapannya, sakit typus menyerang.

''Saya dicoret di detik-detik akhir. Masa pemulihannya tidak cukup ke Piala Asia,'' kenangnya.

Meski gagal, tapi namanya mulai diburu banyak klub. Kesempatan ini tak mau disia-siakan.

Dian memilih meninggalkan Persema Malang. Sriwjaya FC Palembang, Sumatera Selatan, menjadi tujuan.

''Saya masuk dalam tim Sriwijaya FC yang merasakan juara. Pelatihnya coach RD (Rahmad Darmawan),'' kenang Dian.

Di Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, dia menjadi pemain multiposisi. Pemain yang dibesarkan di Esge Tuban tersebut bisa ditempatkan sebagai bek tengah, gelandang, ataupun bek kiri.

Namun, karena bisa bermain di berbagai posisi itu membuat Dian tak bisa bertahan lama. Adanya kesalahan komunikasi membuat dia memilih hengkang.

''Ada asisten yang menginformasikan ke pelatih RD bahwa saya tak mau bermain di posisi bek kiri,'' ungkap lelaki dengan postur jangkung ini.

Pelita Jaya menjadi pilihan. Baginya, ini seakan menjadi reuni. Alasannya, Dian pernah membela klub milik keluarga Bakrie tersebut saat masih berkandang di Cilegon, Banten. Hanya, namanya ketika itu, Pelita Krakatau Steel.

Di Pelita Jaya, dia hanya semusim. Pengembaraan Dian dilanjutkan ke beberapa klub seperti Persela Lamongan, Persih Tembilahan, dan Persis Solo.

''Setiap klub, saya hanya satu musim. Persida menjadi klub terakhir sebelum akhirnya pensiun,'' pungkas Dian. (*/habis)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com