www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 12 Januari 2018

Kamto, sang Senior dari Keluarga Sepak Bola di Surabaya

Kamto saat ditemui di Stadion Jenggolo
Masuk saat Para Bintang Hengkang ke Galatama

Di bulu tangkis ada keluarga Mainaky. Di sepak bola khususnya juga ada trah. Bahkan itu lebih dari satu.
--
SEBATANG rokok diambil. Bukan dari bungkus tapi dari kantong plastik kecil.

Tak lama  berselang, kepulan asap keluar dari mulutnya. Rokok menjadi teman lelaki yang bakal berusia 60 tahun pada Februari 2018 tersebut usai berlatih sepak bola di Stadion Jenggolo, Sidoarjo.

 ''Enak tadi main bolanya. Lapangannya juga bagus sekali,'' kata lelaki bernama Kamto tersebut.

 Di atas lapangan, sisa-sisa kemampuan di masa muda masih terlihat. Gerakan tanpa bolanya sering kali menipu lawan. Umpan-umpannya juga terukur yang memudahkan rekan-rekannya dalam mengolah bola.

 ''Di masa muda, saya pernah membela Persebaya. Di musim 1980,'' kenang Kamto.

 Menurutnya, ketika dia masuk, eksodus besar-besaran tengah terjadi di Green Force, julukan Persebaya. Ini tak lepas lahirnya Galatama (Liga Sepak Bola Utama) pada 1979.

 ''Pemain Persebaya banyak yang ke Niac Mitra. Tapi ada juga yang ke Indonesia Muda,'' ujar Kamto.

 Namun, saat dibelanya, Persebaya gagal mempertahankan status juara. Pada 1978/1978,  gelar juara perserikatan diraih Persija Jakarta. Setahun kemudian, saat Kamto di Persebaya, Persiraja Banda Aceh menjadi pemenang usai menundukkan Persipura Jayapura dengan skor 3-1.

 Masuknya Kamto ini kelak akan diikuti oleh adik-adiknya. Bahkan, salah satu adiknya Mustaqim menjadi bintang sepak bola, bukan hanya di Surabaya tapi juga nasional.

 Hanya, Kamto tidak pernah bergabung di Green Force bersama adik-adiknya. Selain Mustaqim, jejaknya juga diikuti oleh Hambali.

 Kiprah Kamto di Persebaya memang tak lama. Setahun kemudian, 1981, dia pindah ke Persiku Kudus.

 ''Saya diajak orang yang dulunya banyak membantu,'' lanjut Sukamto.

 Usai dari Kota Kretek, julukan Kudus, dia memutuskan pensiun. Kamto memilih konsentrasi di pekerjaannya di Dolog, sekarang Bulog, Jatim.

 Lama absen di sepak bola, dia mengakui, baru dua tahun terakhir kembali muncul di lapangan. Tapi, skill dan kualitas yang pernah dimiliki tetap terlihat. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com