www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sony Rahmansyah, Bocah Solo yang Pernah Membuang Kesempatan Emas

Sony Rahmansyah
Tolak ke Italia karena Ingin Dekat Keluarga

 Proyek PSSI Primavera menjadi idaman semua pesepak bola muda di dekade 1990-an. Tapi, ada yang sudah masuk dan malah menolaknya.
--
POSTURNYA tak banyak berubah. Tak ada timbunan lemak di tubuhnya.

Padahal kini, usianya sudah tak muda lagi. Pada 2018, lelaki bernama Sony Dwi Kuncoro tersebut sudah menginjak 42 tahun.

Begitu juga aksinya di lapangan. Seolah mengingatkan di masa kejayaannya.

Sejak muda, Sony dikenal punya skill tinggi. Bermula dari sebuah klub anggota Persis Solo, bakatnya tercium Arseto Solo, sebuah klub profesional asal Kota  Bengawan.

''Saya masuk Diklat Arseto. Ada Indrianto (Nugroho) juga,'' jelas Sony saat ditemui di sebuah lapangan di ujung barat Solo pada Juli 2018.

 Bersama Indrianto pula, Sony mendapat panggilan mengikuti seleksi PSSI Primavera. Sebuah program prestisius untuk menempa bakat pesepak bola-pesepak bola Indonesia di Italia.

 ''Saya masuk dan menjadi gelandang bertahan. Ada Bima Sakti dan kami bergantian main,'' ujar Sony yang kini dikaruniai dua putra tersebut.

 Sayang, saat berangkat ke Negeri Pizza, julukan Italia, dia menolak. Sony memilih pulang ke kota kelahirannya.

 ''Saya terus bergabung dengan Arseto sampai klub tersebut bubar (1998). Barulah saya ke Persedikab Kabupaten Kediri,'' ujar Sony.

 Di klub yang saat itu berada di Divisi Utama itu dia juga hanya bertahan semusim. Sony ingin selalu dekat dengan keluarga.

 ''Di PSPS Pekanbaru juga begitu. Saya masuk tapi pilih pulang,'' ujarnya.

 Itu pula yang membuat Sony tak lagi serius menekuni sepak bola profesional. Dia memilih bekerja sebagai driver sebuah bank di Solo pada 2002.

Sejak saat itu sepak bola hanya sebagai penyaluran hobi. Hingga akhirnya dia memilih mundur dari pekerjaannya.

 ''Pesangonnya saya belikan rumah. Saya buka usaha di rumah juga,'' ucap Sony.

 Dibandingkan rekan-rekannya, dia juga tak punya keinginan terjun sebagai pelatih. Meski, jika mau, tak sedikit klub atau SSB yang dengan tangan terbuka akan menerima. (*
)
Read More

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com